Berani Mengambil Resiko

Berani Mengambil Resiko

Salah satu hal yang sangat berat yang akan dihadapi olah seorang pengusaha adalah disiplin. Disiplin adalah hal dasar dari tindakan untuk mematuhi segala aturan yang ada baik itu yang telah dibuat maupun peraturan yang telah ada serta budaya kerja yang berlaku. Menjadi hal yang penting bagi kita untuk selalu menjaga hati agar bersih dan berpikir positif saat memandang orang lain dan diri sendiri. Berhentilah mengeluh dan mulailah menyibukkan diri dengan melihat aneka kebaikan orang lain dan belajarlah mengakui dengan jujur segala kelebihan yang dimiliki. Sibukkan diri dengan mencari kelebihan yang kita punyai sehingga waktu yang tersedia pun bermanfaat dengan sebaik-baiknya. Bercermin pada orang lain yang memiliki kelebihan juga merupakan anjuran untuk bisa meneladaninya.

Keberanian, dan keyakinan untuk menjalani usaha

Sedangkan sikap percaya diri yang benar adalah sikap yang tahu akan kemampuan dan kelemahannya, sehingga ia merasa nyaman dengan keadaan dirinya. Karena ia merasa nyaman dan menghargai dirinya, ia dapat menerima kritikkan dari orang lain, bisa mengakui keberhasilan orang lain, dan tidak perlu membangga-banggakan apa yang telah dilakukan atau apa yang dimilikinya. Bukan berarti ia tidak bangga, tetapi rasa kebanggaan ini akan diekspresikan seperlunya, atau tidak berlebihan. Orang yang mempunyai percaya diri yang benar biasanya adalah orang yang bertanggung jawab untuk mengerjakan tugasnya, menghormati orang lain, mempunyai motivasi tinggi, dan toleran terhadap perbedaan. Salah satu ciri paling umum dari orang yang menderita rasa rendah diri ini adalah sikap yang suka mencela.

Tapi jangan karena resiko yang akan ditempuh sangat berat, karena mengakibatkan kerugian besar. Biasanya para pebisnis pemula yang selalu berpikir ribuan kali dalam mendirikan bisnis, bagaimana cara mendirikannya, cara jualannya, kalau rugi bagaimana dan terakhir adalah kalau bangkrut nanti bagaimana. Semua pertanyaan itu adalah resiko yang akan ditempuh dalam mendirikan bisnis. Sebelum menjadi entrepreneur, seseorang dituntut untuk memiliki jiwa entrepreneurship. Peter Drucker, seorang pemikir manajemen Amerika Serikat, menyatakan bahwa yang dimaksud entrepreneurship adalah aktivitas yang secara konsisten dilakukan guna mengonversi ide-ide yang bagus menjadi kegiatan usaha yang menguntungkan. Selain usaha yang keras, kamu perlu dorongan dan motivasi untuk membangkitkan semangat berbisnis.

Berikut yang harus Anda ketahui tentang membangun kepercayaan diri sebelum membuka usaha sendiri. “GMP atau cara produksi pangan olahan yang baik, salah satu faktaor penting untuk memenuhi standar mutu persyaratan untuk pangan. Melalui GMP ini, industri pangan dapat menghasilkan pangan bermutu, layak dan aman. Pastinya, paling tidak anda harus punya 5 karakteristik wirausaha untuk menuju sukses tersebut agar bisa membuat usaha anda semakin maju dan berkembang. Sikap optimistis sangat penting jika ingin sukses dalam berwirausaha.

Namun meski bisnis ini nyaris tanpa modal, bagi siapa saja yang ingin menekuni bisnis scrapbook harus memiliki daya kreasi yang tinggi agar bisa menghasilkan produk yang maksimal dan disukai oleh para konsumen. Dan lagi, bisnis ini dikerjakan setelah ada orderan dari para pelanggan, sehingga Anda bisa menentukan kebutuhan untuk membuat scrapbook yang sesuai dengan keinginan pemesan, sehingga tentu ini bisa lebih efisien. Integritas moral ini merupakan kualitas kejujuran serta prinsip moral dalam diri seseorang yang dilakukan dengan secara konsisten dalam menjalankan profesinya. Artinya, seorang profesional tersebut harus memiliki komitmen pribadi untuk dapat menjaga kepentingan profesi, dirinya, serta juga masyarakat. Aristoteles adalah pemikir dan filosof besar yang pertama berbicara tentang etika yang merupakan konsepsi tentang baik atau buruknya perangai atau perilaku seseorang. Sedangkan ethical adalah perilaku yang baik atau buruknya seseorang.

Lamanya proses hukum di pengadilan terkadang membuat masyarakat semakin sulit meraih keadilan hakiki. Oleh karena itu perlu terobosan hukum agar peradilan tetap konsisten menerapkan asas peradilan cepat, sederhana, dan berbiaya ringan. Dengan cara demikian akan terhindarkan pula adanya proses peradilan yang berlarut-larut yang mengakibatkan berlarut-larutnya pula upaya penegakan keadilan yang pada akhirnya justru dapat menimbulkan pengingkaran terhadap keadilan itu sendiri. Keadilan yang tertunda adalah keadilan yang tertolak (“justice delayed justice denied”).Dengan kata lain, rasa keadilan yang ditunda adalah sama halnya dengan menciptakan ketidakadilan.

Comments are closed.